Dalam Mengelola Kartu Utang terdapat 4 materi yang akan dibahas, yaitu:
- Mempersiapkan Pengelolaan Kartu Utang
- Mengidentifikasi Data Utang
- Membukukan Mutasi Utang Ke Kartu Utang
- Menyusun Laporan Utang
- Serta Latihan Soal dan Jawabannya
Pada postingan ini yang akan dibahas yaitu Mempersiapkan Pengelolaan Kartu Utang. Untuk pembahasan yang lainnya, silahkan klik pembahasan yang ingin dipelajari.
A. Pengertian Utang
Secara umum, utang adalah kewajiban yang harus dibayarkan kembali dari sesuatu yang diterima sebelumnya, baik barang jasa atau uang. Beberapa pengertian utang yang lain adalah:
- James M.Reeve
Utang merupakan kewajiban untuk membayar yang dicatat sebagai kewajiban atau liabilitas (liability)
- Horngren
Utang merupakan suatu kewajiban untuk memindahkan harta atau memberikan jasa dimasa yang akan datang. Kewajiban tersebut muncul karena transaksi yang dilakukan dengan pihak di luar perusahaan.
- Jerry J. Weygandt
Utang adalah tagihan kreditor atas asset total yang harus diselesaikn atau dibayar pada waktu tertentu dimasa depan dengan perpindahan atas asset atau jasa.
- FASB (Financial Accounting Standarts Board)
Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang yang mungkin terjadi akibat kewajiban suatu badan usaha masa kini untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa pada badan usaha lain di masa yang akan datang sebagai akibat transasksi dimasa lalu.
Dari seluruh definisi tersebut, dapat disimpulkan utang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena adanya transaksi dimasa lalu dan harus di bayar dimasa yang akan datang.
Contoh :
Pada tanggal 5 Januari 2018, PT. Indira Jaya melakukan pembelian 50 unit komputer pada PT. Abadi Sentosa. Harga per unit komputer sebesar Rp 5.000.000, sehingga nilai seluruh transaksi adalah Rp 250.000.000. PT. Indira Jaya memberikan uang muka sebesar Rp 25.000.000, sisanya akan dibayarkan dalam waktu 3 bulan.
Dari Transaksi diatas, nampak terdapat utang PT. Indira Jaya sebesar Rp 225.000.000, terhadap PT. Abadi Sentosa.
B. Klasifikasi Utang
Berdasarkan periode waktu pembayaran, utang
dapat di klasifikasikan sebagai :
Utang Lancar/Kewajiban Jangka Pendek (Current liability), merupakan utang yang memiliki dua kriteria pokok, yaitu :
a. Diharapkan dapat dibayarkan dari asset lancar yang ada atau dengan membuat kewajiban jangka pendek baru lainnya.
b. Diperkirakan akan dibayarkan dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasi perusahaan, mana yang lebih lama.
1. Utang Lancar/Kewajiban Jangka Pendek (Current liability), meliputi:
a. Utang Usaha/Utang Dagang (Account Payable)
Utang ini terjadi sebagai akibat adanya transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit.
b. Utang Wesel/Wesel Bayar (Notes Payable)
Wesel Bayar merupakan salah satu alat pembelanjaan yang umum, yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. Wesel Bayar, biasanya dibuat karena adanya transaksi meminjam uang atau membeli barang secara kredit.
Wesel adalah surat perintah tak bersyarat yang dibuat oleh kreditor, berisi keharusan debitur untuk membayarkan sejumlah uang pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.
Promes adalah surat kesanggupan yang dibuat oleh debitur untuk membayar sejumlah uang pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.
c. Pendapatan Diterima di Muka
Pendapatan diterima di muka, merupakan sejumlah uang tunai yang telah diterima perusahaan dari pelanggan, meskipun perusahaan belum memberikan barang atau jasa kepada pelanggan. Dengan demikian perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan barang atau jasa kepada pelanggan.
d. Utang Beban (Accrued Expenses)
Utang Beban adalah utang yang timbul sebagai akibat adanya gaji, bunga atau sewa yang belum dibayar, namun sudah menjadi beban.
e. Utang Pajak (Tax Payable)
Utang Pajak adalah utang yang terjadi karena adanya beban pajak yang belum di setorkan atau dibayarkan.
f. Utang Uang Muka Pembelian (Down Payment)
Utang Uang Muka Pembelian terjadi karena adanya penjualan barang dimana penjual belum menyerahkan barang akan tetapi pembeli membayar sebagian harga barang yang dibelinya.
2. Utang Tak Lancar/Utang Jangka Panjang (Long – Term Liabilities), merupakan utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun.
Utang Tak Lancar/Utang Jangka Panjang (Long – Term Liabilities), meliputi :
a. Utang Obligasi
Utang Obligasi (bonds) merupakan bentuk wesel berbunga, yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memenuhi modal dalam jumlah besar, yang akan di lunasi lebih dari satu tahun.
b. Utang Hipotek
Utang Hipotek merupakan utang dengan jaminan benda tetap/tidak bergerak.
c. Kredit Investasi
Utang yang terjadi sebagai akibat pinjaman dengan tujuan investasi jangka panjang.
C. Pengertian Kartu Utang
Kartu utang merupakan media yang dipakai
untuk mencatat mutase utang secara
terperinci pada tiap-tiap kreditor. Dalam
kartu utang terdapat informasi nama kreditor, nomor
rekening, syarat pembayaran utang dan tabel
untuk mencatat mutasi utang. Tabel tersebut
biasanya berisi informasi tentang tanggal
terjadi transaksi, nomor bukti transaksi, kolom debet,
kolom kredit, dan saldo. Bentuk kartu
hutang dapat dilihat pada gambar 1.
![]() |
| Gambar 1 Kartu Utang |
D. Persiapan Sebelum Mengelola Kartu Utang
Untuk mengelo kartu utang, beberapa yang harus dipersiapkan terlebih dulu, antara lain :
1. Bukti-bukti Transaksi
a. Faktur yang diterima dari kreditor
Faktur ini merupakan bukti pembelian barang secara kredit dan dicatat dalam kartu utang mutasi kredit. Contoh faktur dapat diterima pada gambar 2.
![]() |
| Gambar 2 Faktur |
b. Bukti Pengeluaran Kas
Bukti pengeluaran kas dapat berupa kuitansi yang diterima dari kreditor atau bentuk lain sebagai bukti pembayaran utang. Bukti pengeluaran kas (voucher) dicatat dalam kartu utang dimutasi debet. Contoh media bukti kas keluar bisa di lihat pada gambar 3.
![]() |
| Gambar 3 Bukti Kas Keluar |
c. Nota Kredit (Nota Retur) yang diterima dari kreditor
Nota kredit diterima keditor sebagai bukti transaksi pembelian retur atau pengurangan harga faktur. Sebagian barang yang dibeli dikembalikan kepada penjual karena barang tidak cocok dengan sampel. Nota kredit yang diterima dari kreditor dicatat dalam kartu utang dimutasi debet. Contoh media nota kredit dapat dilihat pada gambar 4.
![]() |
| Gambar 4 Nota Kredit |
2. Buku-buku yang Digunakan untuk Mencatat Mutasi Uang
a. Buku Jurnal Pembelian
Buku jurnal ini digunakan untuk mencatat faktur pembelian yang diterima dari penjual secara kredit. Buku jurnal pembelian dapat dilihat pada gambar 5.
![]() |
| Gambar 5 Jurnal Pembelian |
b. Buku Jurnal Pengeluaran Kas
Buku jurnal ini digunakan untuk mencatat semua pengeluaran, termasuk kuitansi pembayaran utang kepada kreditor. Buku jurnal pengeluarkan kas dapat dilihat pada gambar 6.
![]() |
| Gambar 6 Jurnal Pengeluaran Kas |
c. Buku Jurnal Umum
Buku jurnal ini digunakan sebagai tempat mencatat retur pembelian yang diterima dari kreditor. Pencatatan dapat dilakukan dengan dua acara, yaitu sebagai berikut.
1. Pembelian (debitur) Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan Penjual (kreditur)
Pengusaha Kena Pajak (PKP)
- Debet utang dagang sebesar utang.
- Kredit retur pembelian sebesar harga barang.
- Kredit PPN masukan sebesar PPN.
2. Pembeli bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP)
- Debet utang dagang.
- Kredit retur pembelian.
Format jurnal umum dapat dilihat pada gambar 7.
![]() |
| Gambar 7 Jurnal Umum |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar