Senin, 25 Maret 2019

Berbagi Pengalaman Berbelanja

Nama          : Lita Khofifah
NPM           : 43217337
Kelas          : 2DA01
Matkul        : Kewirausahaan 2#



Pengalaman Mengesankan

Di tengah gencarnya serangan supermarket dan minimarket, pasar tradisional masih tetap bertahan. Apalagi pasar tradisional yang terkesan kumuh membuat orang malas untuk berbelanja di pasar tradisional. Belum lagi serangan toko-toko online membuat orang makin malas datang ke pasar tradisional, karena cukup dengan menggunakan ponsel, kebutuhan mereka bisa terpenuhi.

Untuk menarik minat pembeli, beberapa pasar tradisional sudah mengubah konsep menjadi pasar modern, dimana lokasi dan kebersihan pasar dijaga agar tetap nyaman untuk berbelanja.
Saya sendiri masih datang ke pasar tradisional untuk membeli beberapa kebutuhan yang tidak dapat disediakan oleh supermarket, minimarket, dan online shop. Selain harganya murah, ada kepuasan tersendiri saat berbelanja di pasar tradisional. Salah satu keuntungan pasar tradisional adalah saya bisa menawar barang yang mau saya beli. Meskipun harganya sudah murah bila dibandingkan dengan harga di supermarket, ada kepuasan tersendiri saat bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang paling murah.

Beberapa orang bahkan menganggap kemampuan tawar menawar adalah seni, dimana tidak semua orang bisa melakukannya.


Pengalaman Mengecewakan

Ketika awal berbelanja online disalah satu online shop terkenal, saya mendapati pengalaman yang mengecewakan.

Pada saat pembayaran sampai diproses pelapak kemudian dikirim dan menerima nomor resi, nampaknya seperti hal yang biasa dan berjalan normal. Tetapi ketika mencoba tracking paket JNE secara online, ternyata nomor resi not found. Saat itu juga saya komplain ke JNE terkait paket tersebut, jawabannya adalah nomor resi JNE paling banyak 16 digit. Sedangkan nomor resi yang di upload ke online shop tersebut sebanyak 17 digit.

Jadi sudah dipastikan kalau nomor resi ini salah. JNE menyarankan agar menghubungi pengirim untuk mengetahui nomor resi yang benar. Ketika mengetahui bahwa nomor resi tersebut salah, saya langsung menghubungi pelapak. Tetapi sayang sekali tidak ada respon. Karena tidak kunjung mendapat balasan dari pelapak akhirnya diputuskan untuk komplain ke CS online shop tersebut. Pihak online shop sudah memastikan kalau nomor resi memang salah dan akan diberitahukan kepada pelapak untuk mengkoreksi nomor resi dalam waktu 1x24 jam. Apabila lewat waktu, uang saya akan dikembalikan. Saya sedikit lega karena mendapat respon dari online shop tersebut.


Apabila saya menjadi pelapak

Sebagai pelapak packing dan pengiriman barang merupakan salah satu hal yang vital. Karena itu bisa menyangkut reputasi bagi pelapak. Oleh sebab itu ketika packing kemudian pengiriman barang harus selalu diteliti secara berulang. Karena tidak jarang barang sampai ke pembeli dengan kondisi rusak atau pecah. Bahkan barang tidak sampai ke pembeli. Apabila sampai terjadi hal – hal tersebut, pelapak harus sigap dalam menangani atau merespon ketika ada salah satu pembeli yang komplain.




Selasa, 12 Maret 2019

Laporan Kewirausahaan #1


Nama : Lita Khofifah
NPM   : 43217337
Kelas  : 2DA01
Matkul : Kewirausahaan 2#

Kegiatan Dana Bergulir Universitas Gunadarma
Dana bergulir merupakan salah satu kegiatan yang wajib diadakan oleh Universitas Gunadarma. Program ini diadakan untuk fakultas D3 Bisnis dan Kewirausahaan (D3BK), yang bertujuan untuk mendidik para mahasiswa khususnya untuk fakultas D3BK agar mempunyai bekal untuk membuka usaha dan menjalankan bisnis. Serta bertujuan untuk menanamkan jiwa Entrepeneur.
Prosedur dari dana bergulir (DANLIR) adalah membuat proposal usaha yang kemudian diajukan ke Pusat Kewirausahaan (PUSWIRA) dan setelah itu dibawa ke ketua program dan jurusan, setelah disetujui maka akan diberikan modal dari PUSWIRA senilai Rp 1.700.000 yang akan diberikan kepada masing – masing kelompok. Dan selanjutnya oleh masing – masing kelompok tersebut akan digunakan sebagai modal untuk usaha kreatif yang akan dijalani dalam kurun waktu 6 bulan. Masing – masing kelompok bisa menjalankan usahanya sendiri sesuai dengan yang telah dicantumkan diproposal.
Adapun syarat – syarat yang diberlakukan dari program DANLIR ini, antara lain :
  1.    Tidak diperkenankan usaha dibidang kuliner.
  2.     Persentase keuntungan usaha untuk kelompok sebesar 75% dan untuk Universitas Gunadarma sebesar 25%.
  3.    Batas angsuran pengembalian dana ke PUSWIRA beserta pembagian laba sebesar 25% adalah antara tanggal 11,12,13. Apabila lewat dari tanggal tersebut, maka dikenakan denda sebesar Rp 10.000/hari.
  4.     Dikenakan biaya administrasi oleh PUSWIRA sebesar Rp 8.000.
  5.     Wajib membuat laporan keuangan setiap bulannya dan dibicarakan kepada dosen pembimbing.

Usaha kelompok kami adalah memasarkan custom mug yang kami beri label Aesteutic_Mug.
Kelompok kami terdiri dari 5 anggota :
  1.     Adelia Putri S. bagian pemasaran (online shop).
  2.     Salma Salsabila bagian pemasaran (offline shop).
  3.     Diki Friatna bagian produksi (packing).
  4.     Muhammad Yudirana N. bagian produksi (design).
  5.     Lita Khofifah bagian keuangan (finance).

Saya Lita Khofifah selaku bagian keuangan mempunyai tanggung jawab yang jauh lebih luas atau mungkin mengelola seluruh fungsi keuangan. Hal ini karena usaha kelompok kami berskala kecil, sehingga masih dapat diatasi oleh satu orang saja. Tugas saya dibagian keuangan ini untuk membantu perencanaan usaha dan pengambilan keputusan dengan memberi nasihat keuangan yang sesuai.
Untuk bulan pertama ini usaha kami terkendala pada penghasilan yang tidak terlalu besar. Dikarenakan pada bagian pemasaran belum mencakup pada sistem online.
Suka duka menjalani usaha ini adalah :
  •       Adanya pembelajaran yang saya dapatkan tentang berwirausaha.
  •       Keterbatasan waktu karena kesibukan kuliah.
  •       Banyaknya perbedaan pendapat ketika baru memulai usaha ini.


ANALISIS KEUANGAN
Berikut ini adalah laporan keuangan untuk bulan pertama penjualan yaitu bulan Januari :
i.              Modal usaha
Modal usaha :
1.    Universitas Gunadarma sebesar Rp 1.700.000.
2.    Kelompok kami sebesar Rp 18.000.
ii.            Perincian biaya
Laporan keuangan berupa biaya produksi dan biaya operasional, laba rugi, perubahan modal, arus kas dan neraca bulan Januari 2019 dapat dilihat pada tabel 1.1 – 1.6

Bulan Januari 2019
Untuk memproduksi 71 pcs mug, Aesteutic_Mug membutuhkan rincian biaya seperti dibawah ini :

Tabel 1.1
Aesteutic_Mug
Biaya Produksi


Biaya Operasional


Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Tabel 1.2
Aesteutic_Mug
Laporan Laba Rugi

Tabel 1.3
Aesteutic_Mug
Laporan Perubahan Modal

Tabel 1.4
Aesteutic_Mug
Laporan Arus Kas

Tabel 1.5
Aesteutic_Mug
Laporan Neraca
Per 01 Januari 2019
Tabel 1.6
Aesteutic_Mug
Laporan Neraca Akhir
Per 31 Januari 2019